Terorisme di Indonesia

Tentunya kita semua pasti pernah mendengar nama Noordin M Top atau Dr. Azhari. Mereka cukup terkenal di Indonesia namun keterkenalan mereka tidak seperti terkenalnya Thomas Alva Edison karena menemukan listrik, Bung Tomo yang terkenal karena jiwa patriotiknya atau Chairil Anwar yang terkenal karena syair-syair ciptaannya yang indah. Noordin M Top dan Dr. Azhari terkenal karena mereka adalah buronan yang paling dicari keberadaannya di Indonesia.

Mengapa mereka menjadi buronan? Karena mereka adalah teroris yang sudah banyak melakukan pengeboman di Negara kita tercinta ini, Negara Indonesia. Mereka melakukan pengemboman Gereja pada saat Natal tahun 2000, pengeboman di Legian Kuta Bali. Teroris lain yang turut andil dalam pengeboman di Bali adalah Imam Samudra dan Amrozi. 2 orang ini sudah berhasil ditangkap dan sudah dijatuhi hukuman yaitu hukuman mati.

Tidak hanya itu terjadi juga pengeboman beberapa tahun sesudahnya di Jimbaran Bali, pihak berwenang menyatakan bahwa dalang dari semua itu adalah Noordin M Top dan kawan-kawan.  Bahkan saat pemain klub Manchester United akan berkunjung ke Indonesia, hotel yang menjadi tempat mereka menginap yaitu hotel Ritz Carlton. Bahkan hotel di dekat Ritz Carlton yaitu JW Marriot lagi-lagi ikut di bom. Peristiwa tragis ini terjadi pada 17 Juli 2009.

Dengan sekuat tenaga aparat keamanan berusaha untuk segera menangkap para teroris tersebut. Sampai akhirnya dilakukan penyergapan di daerah Jawa Tengah, kali ini Dr. Azhari tidak berhasil lolos dan akhirnya dia malah bunuh diri dengan meledakkan bom. Dr. Azhari bukanlah warga Indonesia, dia adalah warga Malaysia. Berkurang satu gembong teroris yang sudah banyak membuat kerusuhan dan duka.

Akhirnya pada 17 September 2009, Noordin M Top menghembuskan nafas terakhir di Solo. Ia tewas karena bom bunuh diri. Dari situ dapat kita lihat bahwa para teroris lebih memilih untuk mati daripada mereka harus ditangkap dan diadili. Aparat keaman juga sudah menggerebek tempat yang merupakan markas pelatihan para teroris. Ditemukan video pelatihan dimana pada video tersebut dijelaskan bahwa para teroris rela mati demi tercapai tujuan mereka.

Hal ini tentunya menjadi ironi bagi bangsa kita. Siapapun tidak mau bangsanya menjadi tempat yang berbahaya untuk dikunjungi turis asing bahkan berbahaya bagi kita sendiri untuk tinggal didalamnya. Tak banyak para pelaku teroris adalah orang yang dikenal baik sikapnya oleh warga tempat si pelaku dibesarkan.

Tak heran kalau Negara kita ini sering disebut Negara yang pemikiran masyarakatnya masih sangat dangkal. Tujuan teroris melakukan pengeboman yaitu untuk menyingkirkan orang-orang kafir. Tentunya tujuan ini sangat bertentangan dengan norma-norma yang ada. Sebagai bangsa yang berlandaskan Pancasila kita seharusnya benar-benar melakukan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Apalagi Negara kita ini adalah Negara yang banyak ragam dan perbedaannya. Maka dari itu kita harus bersatu sepeti makna Bhineka Tunggal Ika.

Apakah kita mau meniru perbuatan Noordin dan kawan-kawan? Kalau kita adalah manusia yang cinta damai dan bertakwa kepada Tuhan, kita pasti tidak akan meniru perbuatan mereka. Bagaimana cara kita untuk menangkal hal negatif itu?

Kita harus selalu menjalankan norma agama. Yakinlah Tuhan tidak pernah mau umatnya melakukan hal-hal yang tidak mencerminkan kasih. Tanamkan selalu sikap toleransi antar sesama kita. Jangan biarkan kita mementingkan ego kita apalagi sampai menganggap apa yang kita putuskan adalah sesuatu yang selalu benar. Kita harus cinta damai dan cinta tanah air. Selain itu jangan mudah terpengaruh hal yang belum pasti kebenarannya. Yakinlah apabila kita menerapkannya di dalam kehidupan kita sehari-hari, kita pasti akan menjadi orang yang berguna bukan menjadi orang tidak berguna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s