My Experience (1)

Tiada hari tanpa macet, itulah kata-kata yang selalu melekat untuk Jakarta. Bahkan perjalanan yang harusnya ditempuh dalam waktu satu jam, bisa menjadi berjam-jam. Akibat kemacetan, saya pun pernah kena imbasnya. Waktu itu sekitar pukul 14.00 WIB, saya berangkat dari rumah di Cempaka Putih menuju Kampus Gunadarma Kalimalang. Jalan tol menuju Jatibening begitu padat, padahal pada saat itu saya harus ke kampus untuk ujian praktikum.

Ujian praktikum dimulai pada pukul 15.30 WIB, dan saya tidak boleh terlambat. Suasana macet benar-benar membuat saya jengkel. Ketika saya melihat jam, saya terkejut karena waktu sudah menunjukkan pukul 15.20 WIB. Takut tidak dizinkan untuk mengikuti ujian karena terlambat, akhirnya setelah memasuki gerbang tol Jatibening, saya mencari ojek. Saya langsung menyuruh tukang ojek agar melaju cepat.

Akhirnya saya sampai di kampus pada pukul 15.40 WIB. Saya lari terbirit-birit menuju lantai 5 tempat praktikum. Bermaksud ingin sampai cepat, saya lari menuju lift. Ternyata lift sangat penuh, saya pun segera menuju tangga. Cukup melelahkan berlari-lari menaiki tangga menuju lantai 5. Sampai di ruang praktikum, saya masih dalam keadaan ngos-ngosan. Untung saja, kakak asisten lab masih memperbolehkan saya mengikuti ujian. Saya akan sangat stress, apabila tidak diperbolehkan mengikuti ujian karena terlambat. Itulah salah satu pengalaman saya akibat kemacetan. Pengalaman yang benar-benar sangat tidak menyenangkan. Semenjak itu saya selalu berusaha untuk berangkat lebih awal, agar tidak terlambat ke kampus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s